Senin, 23 Maret 2020

Mengapa

Aku pernah berlari begitu jauh, hanya untuk melupakan sesuatu. Bahkan pergi menanjaki gunung-gunung yang-itu bukan hobiku sama sekali. Dan akhirnya aku melewatinya, melewati bergunung-gunung, tersesat disebuah bukit, dan banyak lagi langkah lelah hanya untuk terapi diri. Tapi sayangnya segala yang ingin kulupakan sia sia begitu saja.. Tak pernah hilang di benak ini.. Hingga detik ini air mata masih membasahi hati yang sudah terdiam. Hati yang lelah terluka, hati yang lelah memberontak hidup ini. Kehancuran hidup 7 tahun silam masih menodai ruang benci. Sudah ku maafkan, tapi aku bersumpah tak melupa, dan takkan ku restui cerita itu bersemi suatu hari. Akan ku hancurkan setiap yang akan membangun kembali cerita itu...

Desi
Akan kuingat nama itu sampai akhir hanyatku, tak akan kuijinkan anak anakku selipkan 1 nama itu di nama nama keturunannya. Nama yg meng obrak abrik mimpi yang lelah ku bangun. Nama yang hanya dengan mengingat sepintas rasanya seperti merajam rajam bekas bekas luka. Aku berhutang pada hidupku. Berhutang untuk mengampuni nama itu, tapi hidupku hanya cukup memaafkan, tapi takkan melupakan betapa setan nya dia kala itu